Oleh: kotisipil87itb | September 25, 2008

Turunnya Angka Korupsi Indonesia Hanya Data Artifisial

Vina Martina Sianipar

detikNews :Kamis, 25/09/2008 00:12 WIB

Jakarta – Naiknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dari 2,3 menjadi 2,6 dinilai hanya berupa data artifisial yang tidak substansial. Kesuksesan KPK mengungkap kasus-kasus korupsi di lingkungan DPR, Kejaksaan, dan Kepolisian diakui menentukan naiknya IPK. Hanya saja dalam pengungkapannya, KPK masih tebang pilih.

“Walaupun wilayah-wilayah tersebut yang sekarang sudah di sentuh, saya pikir kenaikan IPK sampai 0,3 itu masih artifisial, belum substansi. Hanya pemain kacangannya yang kena,” ujar pengamat dari Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mukhtar.

Menurut pria yang akrab disapa Uceng ini, kenaikan IPK bukan berarti prestasi besar bagi KPK karena kasus-kasus tindak pidana korupsi yang terungkap masih melibatkan banyak koruptor yang dibiarkan lepas. KPK masih tebang pilih karena hanya mencari satu koruptor dalam satu kasus.

“Hamka Yandhu memang terungkap, tapi Paskah Suzetta-nya malah dibiarkan melenggang kangkung. Kasus lain di Kejagung, Urip, kenapa Kemas yang jelas-jelas terbukti tidak kena? Kenapa Untung juga tidak? BI juga tokoh sentralnya Aulia Pohan tidak kena,” cecar staf pengajar di Fakultas Hukum UGM ini.

Menurut Uceng, jika Indonesia menghendaki prestasi yang riil, tidak cukup dengan model tebang pilih semacam itu. Semua pelaku korupsi harus ditangkap tanpa kecuali.

“Ini prestasi iya, tapi prestasi bukan ranking segitu. Yang dicari tetap ranking 1 kan? Masih artifisiallah. Kalau mau cari yang riil harus tangkap sekarang semuanya,” tegasnya.

Meski demikian, Uceng berpendapat peningkatan IPK itu harus tetap diapresiasi dan ditanggapi dengan rasa gembira.

“Yah, untuk sebuah data adanya peningkatan harus diapresiasi. Kita bisa gembira. Tapi kita juga harus melihat sentuhan-sentuhan yang belum substantif itu,” pungkas Uceng.

Setiap tahun Transparansi Internasional menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis. Tahun ini IPK Indonesia berada di urutan ke-126 dengan skor 2,6, atau naik 0,3 dibandingkan IPK 2007 lalu.(vna/sho)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: