Oleh: kotisipil87itb | Oktober 15, 2008

Bush Sengsarakan Anak Cucunya

La Tanry
George W Bush
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Presiden AS, George W Bush, kini tengah pusing. Tahun ini anggarannya mengalami defisit US$ 454 miliar. Tahun depan akan lebih besar lagi, US$ 700 miliar! Semua ini adalah harga yang harus dibayar dari krisis keuangan di negara itu.

Anggaran AS tahun ini yang akan berakhir 30 September 2008 lebih besar melampaui dua kali lipat dibandingkan defisit tahun lalu yang hanya US$ 161 miliar. Defisit sebesar US$ 454 miliar itu hampir menyamai defisit 2004 yang mencapai US$ 413 miliar.

Mau tahu seberapa besar sebenarnya defisit AS itu? Bandingkanlah dengan total output perekonomian Indonesia dalam setahun, US$ 459 miliar! Pemerintahan Presiden Bush menyalahkan kekacauan industri keuangan sebagai biang kerok membengkaknya defisit anggaran federal.

Defisit anggaran adalah suatu kondisi ketika nilai belanja lebih besar dari pendapatan. Di negara-negara berkembang, defisit ini dibiayai dari pinjaman luar negeri atau pembiayaan dalam negeri dengan menjual surat utang pemerintah.

Di negara Paman Sam itu, pilihan pertama tidak dilakukan. Opsi kedualah yang dilakukan. Dalam kategori penjualan surat utang pemerintah ini, AS bisa dikatakan sebagai negara yang paling banyak utangnya.

Menteri Keuangan Henry Paulson mengatakan defisit anggaran ini merefleksikan kondisi ekonomi AS yang morat marit dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sejumlah kalangan bahkan memprediksikan ekonomi AS tahun ini sama sekali tidak tumbuh alias nol persen.

Kalangan Demokrat melimpahkan semua masalah ini kepada Presiden Bush. Mereka menyebut pada 2001 anggaran masih surplus yang memperlihatkan ekonomi negara itu masih menghasilkan output berlebih dalam membiayai pembangunannya.

Anggaran mulai tersedot ketika Presiden Bush mengirim tentara untuk menganeksasi Afganistan dan Irak di satu sisi dan pemotongan pajak di sisi lain.

“Delapan tahun masa pemerintahan Presiden Bush adalah masa dimana anggaran mengalami defisit paling parah,” ujar Ketua Komisi Anggaran DPR Amerika, John Spratt. “Hasilnya, anak cucu kita yang akan menanggung semua utang itu.”

Seorang senator dari Demokrat bahkan menuding Presiden Bush telah menumpuk utang hingga US$ 1 triliun sejak dia masuk ke Gedung Putih dan membiarkan penggantinya menanggung semua kekacauan yang ditinggalkannya.

Amerika menyediakan dana US$ 700 miliar untuk memulihkan industri keuangannya. Sebanyak US$ 250 miliar di antaranya dipakai untuk membeli saham-saham perbankan di bursa yang harganya anjlok.

Dana ini belum termasuk pembelian terhadap aset yang ditinggalkan dua bank pemberi kredit perumahan yakni Fannie Mae dan Freddi Mac yang jumlahnya mencapai US$ 200 miliar. [E1]

Dilutip dari : INILAH.COM  15/10/2008 20:54


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: